Minggu, 03 Januari 2016
Ciri-Ciri Wanita Muslimah Sholihah
Menjadi seorang muslimah yang sholihah merupakan sebuah pilihan dengan perjuangan dan keteguhan hati yang kuat agar tidak kembali berpaling dari ketaatan jalan-Nya. Sebuah hidayah yang harus diusahakan dengan doa dan ikhtiar yang sungguh-sungguh demi mengharapkan pahala di dunia dan akherat kelak.
Dalam berbagai seminar, artikel dan pembahasan tentang wanita sholehah sebenarnya sudah sering sekali diutarakan siapa dan bagaimana ciri wanita sholehah tersebut. Dan semua itu juga sudah tertuang dalam kitab suci Al Qur'an dengan penjelasan ulama yang terpercaya, diantaranya sifat atau ciri wanita sholehah adalah sebagai berikut ini :
1. Menjaga dan menundukkan pandangan. Dalam surat An Nur ayat 30 disebutkan bahwa :
"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”
Dalam kaidah syar'i ketika yang diseru adalah seorang laki-laki maka secara otomatis muslimah pun juga ikut didalamnya. Termasuk juga dalam masalah menjaga pandangan dan memelihara kemaluan ini. Ghaddul bashar adalah menundukkan atau menjaga pandangan, sehingga pandangan tertuju ke tanah, tidak diangkat ke atas. Maksudnya adalah menghindarkan pandangan dari melihat dan menikmati yang bukan mahram beserta seluruh perhiasan yang ada. Dan ternyata menundukkan pandangn ini merupakan karakter bidadari yang tersebut dalam ayat, " Disisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya.” (Ash-Shaffat:48). Dana dalam sebuah hadist dikuatkan mengenai pandangan ini sebagai berikut,"Pandangan mata adalah panah beracun di antara panah-panah iblis. Barangsiapa meninggalkannya karena takut kepada-Ku maka Aku ganti dengan keimanan yang dirasakan manis dalam hatinya.” (HR. Hakim).
Semoga kita termasuk orang yang bisa menundukkan pandangan pada lawan jenis dimanapun kita berada.
2. Menjaga lisan. Lisan ibarat seorang raja dalam anggota tubuh kita. Semua tunduk dan patuh padanya, dan ketika ia lurus maka lurus pula semua anggota tubuh yang ada. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Apabila anak cucu Adam masuk waktu pagi hari, maka seluruh anggota badan tunduk kepada lisan, seraya berkata, 'Bertakwalah kepada Allah dalam menjaga hak-hak kami, karena kami mengikutimu, apabila kamu lurus, maka kami pun lurus, dan apabila kamu bengkok, maka kami pun bengkok'." (HR. at-Tirmidzi dan Ahmad).
Seseorang akan bisa mengendalikan lisannya dengan tali kekang syariat sehingga tidak mengucapkan kata-kata kecuali yang bermanfaat untuk dunia dan akherat kelak. Tidak seorang pun dapat selamat dari tergelincirnya lisan kecuali dengan pengendalian tersebut. Bahkan bahaya yang diakibatkan oleh lisan bisa membuat bahaya yang tidak bisa kita fikirkan.
Ketika
Aisyah berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, Gambaran bagaimanakah
bahayanya dikala kurang pandai menjaga lisan.
"Cukuplah bagi Anda bahwa Shafiyah itu orangnya begini, begini."
Maksudnya tubuhnya pendek. Maka Nabi bersabda kepadanya, "Engkau telah mengucapkan suatu perkataan yang bila dicampur dengan air laut niscaya dia akan merubahnya." (HR. Abu Dawud). ASTAGHFIRULLOH...
Begitu mengerikannya gambaran akibat dosa bila sahabat Muslimah kurang pandai menjaga lisan ini
"Cukuplah bagi Anda bahwa Shafiyah itu orangnya begini, begini."
Maksudnya tubuhnya pendek. Maka Nabi bersabda kepadanya, "Engkau telah mengucapkan suatu perkataan yang bila dicampur dengan air laut niscaya dia akan merubahnya." (HR. Abu Dawud). ASTAGHFIRULLOH...
Begitu mengerikannya gambaran akibat dosa bila sahabat Muslimah kurang pandai menjaga lisan ini
3. Menjaga sikap dan perilaku. Siapapun anda yang bersungguh-sungguh dalam menjaga sikap dan perilaku menundukkan hawa nafsu dengan sifat-sifat yang utama, serta menghindari berbagai akhlak tercela niscaya akan mendapatkan banyak kebaikan dan terhindar dari kejelekan-kejelekan yang ada. Untuk mempunyai akhlak yang baik, harus dibiasakan dengan latihan yang terus menerus dan tanpa henti, walaupun ada akhlak yang didapat secara bawaan.
Mujahadah/bersungguh-sunguh dilakukan tidak hanya sehari dua hari saja, namun terus menerus sampai akhir hayat. Seseorang yang bersungguh-sungguh ingin mendapatkan kemuliaan akhlak bisa menjadi hidayah dan karunia yang besar yang akan diperolehnya. "Orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami maka akan Kami mudahkan untuknya jalan-jalan menuju keridhaan Kami. Dan sesungguhnya Allah pasti bersama orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al ‘Ankabut: 69).
4. Berpakaian sesuai dengan syar'i. Wanita muslimah selalu berpakaian rapi dengan hijab yang melindungi dirinya, memakai dengan rasa senang hati dan merupakan bentuk rasa syukur atas kehormatan yang diberikan Allah yang menginginkan kesucian bagi wanita yang berhijab tersebut.
Allah berfirman: Artinya: “Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab:59)
Hijab merupakan pakaian yang terlihat secara fisik yang merupakan pancaran dari hati yang terhijabi. Sehingga inner beuty muncul bersamaan dengan hijab yang nampak menyelimuti pakaian sehari-hari. Berperilaku baik dan menjaga hubungan dengan sikap yang terbuka dengan orang lain.
Karakter seorang muslimah dalam menjaga diri akan muncul sebuah perilaku yang baik dalam kehidupan, dan alangkah bahagia seorang suami yang mendapatkan wanita sholehah ini :
a. Wanita muslimah sholehah taat pada suami tercinta. Selalu menjaga suami dengan seiya sekata, sayang padanya, tidak mengeraskan suara dan perkataan kepadanya, menjaga hartanya, menasehatinya dengan lembut, memelihara kesejahteraan, serta tidak menyakiti hatinya. "Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka." (Annisa:34)
Adapun kedudukan seorang suami dihadapan istri, Dari Abu Huraira ra, Nabi SAW. bersabda : “ Sekiranya aku boleh menyuruh seseorang sujud kepada orang lain, tentu aku akan menyuruh seorang istri sujud kepada suaminya. “ ( HR. Tirmidzi ) Istri diwajibkan mentaati suaminya selama perintah-perintah itu benar atau bukan dalam kemaksiatan, maka istri wajib menta’atinya.
b. Berusaha untuk menjadikan segala aktifitasnya bernilai ibadah. Salah satunya adalah ketika ditinggal suami maka tidak ada was-was atau khawatir dari suami. Hal ini karena suami yakin bahwa istri akan bisa menjaga kehormatan diri dan menjauhi berbagai keburukan dengan tidak berkumpul 'ngrumpi' dengan tetangga atau bisa menjaga diri dari khalwat dengan orang lain. Bisa menjaga amanah harta yang diberikan suami dengan tidak membelanjakan keperluan yang mendesak atau foya-foya sesuka hatinya.
c. Berusaha mendidik anak dengan kasih sayang untuk menjadi muslim yang taat pada Allah swt, mengajarkan aqidah tauhid yang benar, menanamkan dalam hati kecintaan pada Allah dan Rasul-Nya, serta menjauhkan dari perbuatan tercela dan kemaksiatan.
Allah berfirman, artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim:6)
d. Bisa mengatur waktu agar tidak sia-sia. Sebagai seorang wanita muslimah yang baik, memanfaatkan waktu merupakan salah satu hal yang sangat penting. Sehingga bisa memberikan manfaat yang luar biasa untuk keluarga anak dan suami. Rumah menjadi terlihat rapi dan membuat suami senang ketika pulang kerja dengan capeknya.
e. Senantiasa bertaubat dan memohon ampun atas segala salah dan dosa. Setiap manusia pasti melakukan kesalahan dan sebaik-baik yang melakukan kesalahan adalah yang memohon ampun. Dengan begini, maka setiap kita akan bisa bermuhasabah dan instrospeksi diri untuk berbuat lebih baik lagi dikemudian hari, sehinnga tercipta sebuah keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah.
Read More »
Label:
BERITA
Etika pergaulan remaja dalam islam·
Etika pergaulan remaja dalam islam·
Etika juga
dapat dipergunakan sebagai tolok ukur kepribadian seseorang. Etika dapat
dibentuk melalui berbagai cara, antara lain dengan pergaulan, pendidikan,
lingkungan dan kebiasaan.
Yang harus
diperhatikan dalam etika pergaulan baik dengan orang sebaya, dibawah maupun
yang diatas kita baik disisi sosial maupun usia adalah prinsip saling
menghormati. Dengan etika yang baik dapat dipastikan bahwa seseorang akan dapat
diterima dengan baik dalam pergaulan sehari-hari
Mengapa
Etika Pergaulan harus diperhatikan ? itu karena.
- Manusia harus dituntut untuk saling berhubungan, mengenal dan membantu.
- Agar tingkah laku kita diterima dan disenangi oleh siapa saja yang bergaul dengan kita.
- Tata krama dan tingkah laku sehari-hari merupakan cermin pribadi kita sendiri
Hal mendasar
dalam etika pergaulan adalah :
- Bersikap sopan santun dan ramah
- Perhatian terhadap orang lain
- Mampu menjaga perasaan orang lain
- Toleransi dan rasa ingin membantu
- Mampu mengendalikan emosi diri
yang harus
di perhatikan dalam pergaulan adalah :
- Pandai menempatkan diri
- Dapat membedakan bagaimana sikap kita terhadap orang yang lebih tua, sebaya, dan yang lebih muda. Misalnya :
- Orang yang lebih tua / yang dituakan harus kita hormati.
- Orang yang sebaya harus dihargai
- Orang yang lebih muda harus disayangi.
di dalam ber
etika kita dapat melakukannya pada saat :
- Di Sekolah
Dalam
berinteraksi/hubungan timbal balik dengan seluruh personal (Kepala Sekolah,
Guru, Tenaga Administrasi/TU, Pesuruh Sekolah, Teman dan lain sebagainya.
- Di Masyarakat
Dalam
berinteraksi/hubungan timbal balik dengan anggota masyarakat. Misal di Toko
dengan pelayan Toko, di Kantor Pos dengan karyawannya, dan sebagainya.
- Di Rumah
Dalam
berinteraksi/hubungan timbal balik dengan anggota keluarga, baik orang tua
maupun saudara.
Beberapa
contoh sopan santun dalam pergaulan :
- Dalam berbicara
Etika yang
baik dalam berbicara yaitu:
- Harus menatap lawan bicara.
- Suara harus jelas terdengar.
- Menggunakan tata bahasa yang baik.
- Jangan menggunakan nada suara yang tinggi.
- Bias mengimbangi lawan bicara.
- Berusaha menyenangkan lawan bicara.
- Mampu menciptakan suasana humor.
- Memuji lawan bicara.
- Mampu menjadi pendengar yang baik.
- Dalam berbicara hindari hal-hal sebagai berikut ;
- Membicarakan kejelekan orang lain
- Membicarakan hal yang sensitif
- Memotong pembicaraan orang
- Mendominasi pembicaraan
- Banyak membicarakan diri sendiri
- Dalam berkenalan
etika yang
baik dalam berkenalan yaitu :
- Ucapkan nama dengan jelas.
- Lakukan kontak mata.
- Jabat tangan dengan hangat, tidak dingin.
- Perkenalkan pria pada wanita, yang muda kepada yang tua atau yang memiliki jabatan.
- Pada saat sedang duduk, sebaiknya berdiri sebentar.
- Jangan melakukan perkenalan di tempat yang ramai
- Dalam menelpon
etika yang
baik dalam menelpon yaitu :
- Segera angkat telpon yang berdering
- Sebutkan salam dan nama anda.
- Bersikaplah dengan hangat
- Jangan menerima telpon sambil makan
- Bila telpon terputus maka penelpon pertama harus menyambung kembali
- Jangan telpon sambil menelpon orang lain
- Kendalikan emosi anda pada saat menerima telpon
- Ucapkan kata-kata yang jelas jelas, jangan menggumam
- Hindari pembicaraan dengan akrab yang berlebihan
- Pada akhir pembicaraan ucapkan salam penutup sebagai ucapan terima kasih
- Dalam menegur / memberi hormat
etika yang
baik dalam bertamu yaitu :
- Bila berjumpa dengan segerombolan kenalan atau teman-teman, hendaknya kita terlebih dahulu menegur atau memberi hormat kepada perempuan tertua dari rombongan itu. Sesudah itu baru pada yang lain,
- Ketika menegur atau memberi hormat, jangan menyimpan tangan di saku atau meletakkanya di bagian pinggang, karena akan memberi kesan sombong dan tidak sopan dalam pandangan orang terpelajar.
- Dalam bertamu
etika yang
baik dalam bertamu yaitu :
- Beritahu lebih dahulu untuk mendapat kepastian apakah tuan rumah ada di tempat dan bersedia dikunjungi.
- Tepat waktu untuk memberikan kesan yang baik pada tuan rumah dan menghargai waktu tuan rumah
- Masuk, bila sudah dipersilahkan. Bila pintu tidak terkunci, jangan sembarangan masuk. Bila pintu terkunci ketuklah atau bunyikan bel dan bersabar.
- Ucapkan salam. Sebagai penghormatan kepada tuan rumah dan tanda bahwa anda telah datang. Demikian juga pada saat hendak pamit.
- Ingat waktu. Walaupun tuan rumah sangat ramah dan kelihatannya senang atas kunjungan anda.
- Jangan memegang barang. Sebelum mendapatkan ijin dari tuan rumah pujilah tentang barangnya.
- Jangan merokok bila belum dipersilakan.
- Jaga sikap dan omongan. Jangan sekali-kali mengkritik interior rumahnya, seberantakan apapun.
- Situasi rumah. Bila situasi rumah sedang kurang enak atau membutuhkan perhatian tuan rumah, sebaiknya segera pamit.
- Jika ada tamu lain. Perkenalkan diri anda pada tamu yang datang lebih dahulu.
- Dalam berpakaian
Dalam etika
pergaulan penampilan seseorang dapat memberikan kesan yang baik atau
sebaliknya. Penampilan yang menarik dan memikat merupakan modal untuk dapat
meraih sukses dalam pergaulan. Penampilan yang menarik dan memikat dapat
diperoleh dangan cara :
- Memahami kelebihan dan kekurangan diri sendiri
- Memahami bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan
- Menjauhkan diri dari rasa minder dan rendah diri
- Bersikap wajar, tidak “over atau under confidence
Dan dalam
etika berpakaian pun kita harus mengenal karakteristik tubuhkita , berikut ini
saya mencontohkan beberapa hal dalam etika berpakain :
- Bagi yang bertubuh kurus :
- Hindari pakaian yang ketat
- Diutamakan bahan yang halus dan melayang
- Warna terang lebih dianjurkan
- Gunakan motif garis horizontal
- Bagi yang bertubuh besar:
- Hindari busana motif horizontal
- Hindari ornamen busana dan asesori berlebihan
- Warna kulit terang akan lebih menarik mempergunakan busana yang berwarna gelap
- Bagi wanita, perpaduan motif dan warna busana baik kebaya/ blus, kain panjang/ rok dan selendang/pasmina disesuaikan. Busana bermotif dipadu dengan setelan senada.
- Bagi pria, warna kemeja diusahakan serasi dengan warna jas dan dasi. Kemeja motif kotak-kotak tidak disarankan dipadu dengan jas pada acara resmi. Pemakaian dasi disesuaikan dengan warna kemeja daripada warna jasnya.
- Pada setelan jas maupun kemeja berdasi disarankan tidak menyelipkan pin atau benda lain yang membuat saku menggelembung (kacamata, handphone dll).
- Pada pemakaian dasi pangkalnya harus berakhir pada gesper ikat pinggang yang dipakai. Dasi kupu-kupu hanya untuk pakaian dan acara tertentu.
- Untuk acara resmi pakai sepatu warna hitam dan kaos kaki disesuaikan dengan warna jas atau warna hitam. Hindari sepatu dengan sol karet atau warna lain
Kepribadian
yang baik merupakan pribadi yang :
- Disukai banyak orang, dihargai dan dinilai sebagai orang yang menyenangkan dalam pergaulan.
- Dianggap sebagai orang yang patut mendapatkan kepercayaan dan penghargaan.
- Biasanya adalah orang yang suka melakukan kebaikan dan menjauhi kejahatan, suka menolong dan memberi perhatian terhadap kepentingan orang lain.
- Yang sanggup mengasihi orang lain, walaupun orang itu telah menyakiti hatinya, dan mau mengampuni kesalahan orang lain.
- Tidak pernah lari dari tanggung jawab dan konsekuen dalam bertindak.
ETIKA
PERGAULAN REMAJA
Masa remaja
merupakan masa yang sangat kritis, masa untuk melepaskan ketergantungan
terhadap orang tua dan berusaha mencapai kemandirian sehingga dapat diterima
dan diakui sebagai orang dewasa. keberhasilan para remaja melalui masa transisi
sangat dipengaruhi oleh faktor biologis(faktor fisik), kognitif(kecerdasan
intelektual), psikologis(faktor mental), maupun faktor lingkungan. Dalam
kesehariannya,remaja tidak lepas dari pergaulan dengan remaja lain. remaja
dituntut memiliki keterampilan sosial (social skill) untuk dapat menyesuaikan
diri dengan kehidupan sehari-hari. keterampilan-keterampilan tersebut meliputi
kemampuan berkomunikasi, menjalin hubungan dengan orang lain, mendengarkan
pendapat/ keluhan dari orang lain, memberi / menerima umpan balik, memberi/
menerima kritik, bertindak sesuai norma dan aturan yang berlaku, dan lain-lain.
A. Prinsip-prinsip etika pergaulan remaja
- Hak dan kewajiban
Hak kita
memang layak untuk kita tuntut, tapi juga jangan sampai meninggalkan kewajiban
kita sebagai makhluk sosial.
- Tertib dan disiplin
Selalu
tertib dan disiplin dalam melakukan setiap aktivitas. Disiplin waktu biar nggak
keteteran.
- Kesopanan
Senantiasa
menjaga sopan santun, baik dengan teman sebaya atau orang tua dan juga guru
dimanapaun dan kapanpun.
- Kesederhanaan
Bersikaplah
sederhana .
- Kejujuran
Jujur akan
membawa kita ke dalam kebenaran. Bersikap jujurlah walau itu pahit.
- Keadilan
Senantiasa
bersikap adil dalam bergaul. Tidak membeda-bedakan teman.
- Cinta Kasih
Saling
mencintai dan menyayangi teman kita agar terhindar dari permusuhan.
- Suasana & tempat pergaulan kita
Ini sangat
penting juga buat kita. Musti diperhatiin ya nih.
B . Faktor
yang mempengaruhi pergaulan remaja
Sebagai
makhluk sosial, individu di tuntut untuk mampu mengatasi segala permasalahan
yang timbul sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan sosial dan mampu
menampilkan diri sesuai dengan aturan atau norma yang berlaku. Begitu juga
dengan pergaulan pada remaja, ada beberapa faktor yang bisa memengaruhinya
antara lain :
- Kondisi fisik
- Kebebasan Emosional
- Interaksi sosial.
- Pengetahuan terhadap kemampuan diri
- Penguasaan diri terhadap nilai-nilai moral dan agama
c. Prinsip
dasar pergaulan yang sehat
Pergaulan
yang sehat adalah pergaulan yang tidak terjebak dalam dua kutub yang ekstrem,
yaitu terlalu sensitive (menutup diri) atau terlalu bebas. Semestinya
lebih di tekankan kepada hal-hal positif, seperti untuk mempertegas eksistensi
diri atau guna menjalin persaudaraan serta menambah wawasan.
- Saling menyadari bahwa semua orang saling membutuhkan
dan merasa
paling benar. Seperti kita ketahui bersama bahwa setiap manusia pasti akan
membutuhkan manusia lain. Keadaan ini harus kita sadari betul, supaya kita
tidak menjadi manusia paling egois
- Hubungan memberikan nilai positif bagi kedua belah pihak
Hubungan
yang baik adalah hubungan yang saling menguntungkan. Saya yakin anda tidak suka
di rugikan demikian sebaliknya orang lain juga tidak suka kita rugikan. Dari
itulah salah satu dasar pergaulan sehat yang lain adalah simbiosis mutualisme.
Jangan sampai kita berpikir untuk merugikan orang lain
- Saling menghormati dan menghargai
Satu kata
yang selalu saya ingat jika kita ingin di harga dan di hormati orang lain, maka
kita harus lebih dulu bisa menghargai dan menghormati orang lain. Mengahargai
dan menghormati orang lain ini bisa di lakukan dengan banyak hal seperti
menghargai dan menghormati pendapat orang lain, menghargai dan menghormati cara
beribadah orang lain, menghargai dan menghormati adat istiadat orang lain,
menghargai dan menghormati cara berpikir orang lain dan sebagainya.
- Tidak berprasangka buruk
Agama
menapun jelas melarang seseorang untuk berprasangka buruk kepada orang lain.
Karena prasangka buruk hanya akan mendatangkan masalah dan permusuhan antara
kita dengan orang lain.
- Saling memahami perbedaan
Manusia di
lahirkan dengan berbagai macam perbedaan, baik itu dari segi fisik, psikologis,
ras, suku, budaya dan lain-lain. Setiap manusia itu memiliki keunikan
tersendiri, karena hal inilah kita harus memahami perbedaan tersebut.
- Saling memberikan nasihat
Orang bijak
berkata teman yang baik adalah teman yang selalu mengajak ke jalan yang baik
dan mencegah ke jalan yang tidak baik. Ini juga salah satu prinsip pergaulan
yang sehat. Dengan saling memberikan nasehat, kita secara tidak langsung,
menjalin hubungan yang lebih sehat bukan hanya untuk dunia saja, tapi juga
untuk akhirat kelak.
Kesimpulan
etika pergaulan remaja
Kesimpulan
1:
- Etika pergaulan adalah sopan santun atau tata krama dalam pergaulan yang sesuai dengan situasi dan keadaan serta tidak melanggar norma-norma yang berlaku baik norma agama, kesopanan, adat, hukum dan lain-lain.
- Cara yang baik bersikap dalam pergaulan adalah bagaimana seseorang tersebut mengutamakan perilaku yang sopan santun saat berhubungannya dengan setiap orang.
- Dunia pergaulan banyak jenisnya. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor, yaitu faktor umur, pekerjaan, keterikatan, lingkungan dan sebagainya.
- Dampak positif dari pergaulan adalah Mampu membentuk kepribadian yang baik yang bisa diterima di berbagai lapisan sehingga bisa tumbuh dan berkembang menjadi sosok individu yang pantas diteladani.
- Dampak negatif dari pergaulan adalah tumbuh menjadi sosok individu dengan kepribadian yang menyimpang.
Berbagai
masalah tentang masalah pergaulan remaja pada masa ini, terutama di negara kita
Indonesia, yang dikenal dengan baik budaya ketimuran kita yang terkenal
mengerti akan sopan santun juga marak terjadi.
Top of Form
Read More »
Label:
BERITA
Langganan:
Postingan (Atom)


