Minggu, 17 Januari 2016
HAKIKAT dan MANFAAT DOA
HAKIKAT dan MANFAAT DOA
Sesungguhnya salah satu faktor penolong bagi manusia dalam melakukan “jihad akbar” melawan nafsu ammarah
ialah doa. Al-Quran al-Karim memberikan perhatian yang khusus kepada
doa, disebabkan doa menciptakan hubungan dengan Allah SWT. Al-Quran
Al-Karim juga mengecam orang-orang yang tidak menaruh perhatian terhadap
doa.
Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan aku perkenankan bagimu.
Kemudian Allah SWT menambahkan:
Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku,
mereka akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina. (QS. Al-Mu’min: 60)
Tidak pernah
di dalam Al-Quran disebutkan suatu azab seperti penyebutan azab ini.
Atau bisa juga kita katakan, bahwa jarang kita melihat suatu ancaman
dalam bentuk seperti ini sebagaimana yang ditujukan kepada orang yang
meninggalkan doa. Barangsiapa tidak berdoa, lalu dia berputus asa dari
doa dan meninggalkan tali di atas punggung unta dalam keadaan yang
sensitif ini, maka niscaya Allah memasukkannya ke dalam neraka Jahanam.
Katakanlah
(kepada orang-orang musyrik), “Tuhanku tidak mengindahkan kamu,
melainkan kalau ada ibadahmu. (tetapi bagaimana kamu beribadah
kepada-Nya), padahal sungguh kamu telah mendustakan-Nya. Karena itu
kelak azab pasti menimpamu.” (QS. Al-Furqan: 77).
Barangsiapa
menjauhkan diri dari berdoa dan memohon kepada Allah Azza Wajalla, maka
niscaya Allah SWT akan berlepas tangan darinya dan menyerahkan urusan
dirinya kepada-Nya, dan ketika itulah anda dapat menyaksikan betapa dia
merugi di dunia dan akhirat. Oleh karena itu, hadis-hadis menganjurkan
kita untuk senantiasa membaca doa Rasulullah SAW di saat kegelapan
malam. Yaitu doa yang berbunyi, “Ya Allah, janganlah sekejap pun Engkau serahkan urusan diriku kepadaku.”
Sesungguhnya
doa adalah salah satu cabang dari cabang-cabang penyucian dan pembinaan
diri. Inilah yang disebutkan oleh Allah SWT setelah Dia bersumpah demi
matahari dan cahayanya di pagi hari, kemudian demi bulan apabila
mengiringinya, dan siang apabila ia menampakkannya, dan malam apabila
menutupinya, dan langit serta pembinaannya, dan bumi serta
penghamparannya; kemudian datang ungkapan penyebutan jiwa serta
penyempurnaannya, dan pengilhaman jalan kefasikan dan ketakwaan kepda
jiwa itu, serta keberuntungan orang yang menyucikan jiwanya dan kerugian
orang yang menutupi jiwanya dengan maksiat dan kebodohan, “Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams : 9-10)
Penyucian
jiwa berlangsung dengan doa dan tawassul kepada Allah SWT. Semata-mata
doa yang mendidik dan menyucikan jiwa manusia, kata ganti orang pertama (dhamir mutakallim)
sebanyak tujuh kali disebutkan pada ayat di bawah ini. Dan ini
menunjukkan adanya perhatian yang begitu besar kepada doa. Di dalam
surah Al-Baqarah, kita menyaksikan kedekatan Allah Azza Wajalla kepada
orang yang berdoa, manakala orang berdoa dan memohon kepada-Nya, “Dan
apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku maka (jawablah),
bahwasannya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa
apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala
perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu
berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah : 186)
Ayat yang
mulia ini turun ketika sekelompok orang bertanya apakah Tuhan kami itu
dekat sehingga kami cukup berbisik (bermunajat) kepada-Nya, atau Dia itu
jauh sehingga kami harus menyeruh-Nya?
Maka Allah
SWT pun menajawab, bahwa Dia itu dekat dan mengetahui semua keadaan
mereka, serta mendengar doa mereka sebagaimana orang yang berdekatan
mendengar perkataan temannya. Allah SWT berfirman, “Aku mengabulkan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-ku”, jika dia datang dengan memenuhi syarat-syarat doa dan mengetahui orang yang dia tuju.
Dan kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya. (QS. Qaf : 16)
Ini
menunjukkan bahwa Allah SWT jauh lebih mendengar kepada seorang hamba
dibandingkan semua orang yang berada dekat dengannya. Di samping itu
ayat ini merupakan pendorong kepada kita untuk hanya berdoa dan
bertawassul kepada Allah saja, dan tidak meminta kepada yang lain.
Imam Ali berkata, “Amal perbuatan yang paling dicintai oleh Allah Azza Wajalla di muka bumi adalah doa.”
Rasulullah SAW bersabda, “Tuhanku, aku ingin mengetahui siapa di antara hamba-hamba-Mu yang Engkau cintai, sehingga aku bisa mencintainya?”
Maka Allah SWT pun berkata, “Jika
Aku melihat seorang hamba-Ku banyak menyebut-ku, maka Aku
mendengarkannya dan mencintainya; dan jika aku melihat seorang hamba-Ku
tidak menyebut-Ku, maka Aku menghalanginya dan membencinya.”
Berdasarkan penjelasan di atas, maka di dalam pandangan Al-Quran Al-Karim dan riwayat-riwayat yang mu’tabar
dari Rasulullah SAW dan para Imam Ahlul Bait, doa lebih utama dan lebih
dicintai oleh Allah daripada shalat malam, daripada mengerjakan shalat
pada waktunya, dan demikian juga lebih utama daripada jihad. Karena, doa
menghubungkan manusia dengan Allah secara langsung, dan menjadikannya
tidak bersandar kecuali kepada-Nya. Almarhum al-Kulaini telah menulis
kitab doa di dalam al-Kafi, dan mengiringinya dengan
riwayat-riwayat yang berbicara tentang keutamaan-keutamaan doa. Demikian
juga yang dilakukan oleh ‘Allamah Majlisi tatkala dia menghimpun
sejumlah riwayat yang menaruh perhatian terhadap masalah-masalah doa.
Kedua kitab ini, bersama dengan kitab Ash-Shahifah as-Sajjadiyyah secara
keseluruhan telah membentuk jalan para Imam Ahlul Bait yang suci.
Sungguh besar apa yang dikatakan bahwa doa menjadikan manusia mampu
membangun dan membersihkan dirinya dari berbagai kotoran dan maksiat.
Atau, sebagaimana kata pemimpin Revolusi Islam, ketika membahas tema,
“Seorang manusia dapat membangun dirinya dari dua hal; yaitu pertama Al-Quran, dan kedua Doa.
Al-Quran
adalah perkataan yang turun dari sisi Zat yang Maha benar, sedangkan doa
adalah perkataan seorang manusia kepada Penciptanya. Jadi, kita bisa
mengatakan bahwa doa adalah ucapan seorang manusia yang ditujukan kepada
Penciptanya, sedangkan Al-Quran adalah perkataan Pencipta terhadap
makhluk-Nya. Oleh karena itu, doa adalah salah satu kebanggaan manusia
dan selezat-lezatnya kelezatan.
Sesungguhnya
manfaat doa banyak sekali, akan tetapi kami tidak akan membahas seluruh
manfaatnya. Kami cukupkan untuk membahas dua manfaat darinya saja. Yang pertama,
salah satu manfaat doa adalah kebanggaan yang diperoleh seorang hamba
dengan bermunajat kepada Tuhannya. Seandainya seorang manusia
ditakdirkan dapat bertemu dan berhadapan muka dengan Pemimpin Fulan atau
Sultan Fulan, niscaya anda akan melihatnya merasa bangga dengan hal itu
di hadapan teman-temannya.
Pada
hakikatnya doa adalah kebanggaan seorang hamba di dalam bermunajat
kepada tuannya, dan tidak ada kebanggaan yang lebih tinggi daripada
seorang manusia dapat bermunajat kepada Tuhannya di tengah malam yang
gelap gulita.
Imam Ali Kw berkata, “Barangsiapa yang menyukai bertemu dengan Allah SWT, maka dia akan lupa dengan dunia.”
Doa, artinya kepergian seorang hamba ke rumah Tuannya yang berkali-kali menyerunya, “Kemarilah kepada-Ku”, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan perkenankan bagimu”, dan juga mengancamnya jika dia tidak datang kepada-Nya. Setelah itu Allah SWT berkata, “Aku mengabulkan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku.” Artinya
, “Berdoalah kepada-Ku, penuhilah perintah-Ku, dan berimanlah
kepada-Ku; niscaya aku akan mewujudkan apa-apa yang kau inginkan.”
Jika
kebetulan seseorang melihat Imam Ali dalam keadaan pingsan di kegelapan
malam yang gelap gulita, niscaya dia menyangka bahwa Imam Ali menjadi
demikian karena takut dari neraka Jahannam. Tidak, Ali Kw lebih tinggi
daripada yang demikian.
Yang
demikian itu tidak lain kecintaan seorang hamba dihadapan Kekasih dan
Penciptanya. Demikian juga keadaan Fatimah az-Zahra dihadapan Allah Azza
Wajalla, di mana tidak terdengar darinya kecuali suara rintihan, dan
tidak terlihat darinya kecuali air mata yang mengalir di pipi.
Rasulullah SAW telah bersabda di dalam sebuah hadisnya yang panjang, “…
Adapun putriku, Fatimah, adalah penghulu wanita seluruh alam … Manakala
dia berdiri di mihrabnya dihadapan Tuhannya—Jalla Jalaluh—maka
cahayanya menyinari para malaikat di langit, sebagaimana cahaya bintang
menyinari para penduduk bumi. Lalu Allah SWT berkata kepada para
malaikat-Nya, ‘Wahai para malaikat, lihatlah hamba-Ku, Fatimah, Penghulu
para wanita, tengah berdiri dihadapan-Ku, urat lehernya bergetar karena
takut kepada-Ku, dan sungguh dia telah menghadap untuk menyembah-Ku
dengan hatinya.”
Imam Ja’far ash-Shadiq berkata. “Dua rakaat pada tengah malam jauh lebih aku sukai dibandingkan dunia dengan segala isinya.”
Imam Ridha berkata, “Ali bin Husain ditanya, ‘Bagaimana orang-orang yang bertahajjud
di waktu malam bisa menjadi orang yang paling bagus wajahnya?’ Ali bin
Husain menjawab, “Karena mereka berdua-duaan dengan Allah, maka Allah
pun memakaikan cahaya-Nya kepada mereka.”
Adapun manfaat yang kedua
dari doa adalah terlepasnya orang yang berdoa dari berbagai kesedihan,
kemurungan, dan keresahan, yang terkadang bisa mengeruhkan kehidupan
seseorang. Dari pandangan kejiwaan, dapat dikatakan bahwa mayoritas
keresahan dapat hilang dengan berdoa kepada Allah SWT di tengah malam,
disebabkan pada saat itu seorang manusia dapat mengutarakan seluruh
keluh kesah yang ada di dalam hatinya kepada Zat yang Maha Esa. Dengan
begitu, dia dapat mengurangi beban yang berlebihan dari dalam hatinya,
yang pengaruhnya tampak jelas terpantul di dalam akhlak pribadinya,
sehingga menjadikannya kelelahan meskipun tidak melakukan
pekerjaan-pekerjaan yang berat, dan selalu merasa resah dan tidak tahu
apa penyebabnya.
Di samping
itu, riwayat-riwayat mengatakan bahwa kasih sayang Allah SWT kepada
hamba-Nya jauh lebih besar dibandingkan kasih sayang ibu kepada anaknya,
“Dia-lah yang dipuji-puji oleh seluruh makhluk ketika mereka butuh
dan menghadapi kesulitan, manakala mereka sudah putus pengharapan dari
seluruh yang lain selain Dia.”
Tidak
mengapa kiranya di sini kita menukil munajat yang biasa dipanjatkan oleh
Imam Ali dan oleh para Imam Ahlul Bait sesudahnya, yang diriwayatkan
oleh Khalawiyyah, yang terdapat di dalam kitab Mafatih al-Jinan, di bawah judul “Amalan-Amalan bulan Sya’ban” :
Ya Allah,
sampaikanlah shalawat dan salam kepada Muhammad dan keluarga Muhammad;
dengarkanlah doaku manakala aku berdoa kepada-Mu, dengarkanlah seruanku
manakala aku menyeruh-Mu, dan perhatikanlah aku manakala aku bermunajat
kepada-Mu. Sungguh, aku telah berlari kepada-Mu, dan kini aku berdiri
dihadapan-Mu dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri kepada-Mu, serta
mengharapkan ganjaran dari-Mu. Ya Allah, Engkau mengetahui apa yang ada
di dalam jiwaku, Engkau mengetahui kebutuhan-kebutuhanku dan Engkau
mengetahui apa yang ada di dalam hatiku. Sungguh, tidak tersembunyi
dari-Mu tempat kembaliku. Aku tidak ingin menyampaikan ucapan-ucapanku,
dan tidak ingin mengutarakan permintaanku, namun aku mengharapkannya
untuk hasil akhirku. Sungguh, telah berlalu ketetapan-ketetapan-Mu atas
diriku, apa-apa yang akan berlaku hingga akhir umurku, dari hal-hal yang
tersembunyi dan kelihatan dari diriku. Di tangan-Mu lah, dan bukan di
tangan yang lain, kelebihan, kekurangan, manfaat, dan mudharat diriku.
Ya Allah,
jika Engkau mencegahku maka siapakah yang akan memberi rezeki kepadaku,
dan jika Engkau menelantarkanku maka siapakah yang akan menolongku.
Ya Allah,
aku berlindung kepada-Mu dari kemarahan-Mu, dan dari datangnya
kemurkaan-Mu. Ya Allah, jika aku tidak layak mendapat rahmat-Mu, Engkau
dapat memberiku dengan luasnya kemurahan-Mu …

Author: Mohammad
Mohammad is the founder of STC Network which offers Web Services and Online Business Solutions to clients around the globe. Read More →
Related Posts:
BERITA
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berjumpa lagi dengan kami agenS128 , dan kali ini kami infokan kembali bahwa kami akan memberikan bonus setiap harinya hanya untuk para member setia kami, dan hadiah yang akan kami berikan adalah bonus setiap harinya sebesar 5% , klaim sekarang juga hanya dengan bermain diagen kami , AGEN TERPERCAYA SE - INDONESIA ,
BalasHapusAyo Daftarkan Diri Anda Sekarang Juga :) :D
Untuk Info Lebih Lanjut Bisa Menghubungi Kami sekarang juga Di Kontak Kami Di Bawah Ini :
BBM : D8B84EE1 atau AGENS128
WA : 0877-8922-1725